Thursday, September 18, 2008

Puasa kedua tanpa Ayah

Ayah, moga ayah tenang di sana.
Dah masuk 2 tahun kami puasa tanpa ayah.
Selera kami tak sehebat dulu ayah.
Saat terhidang bubur pedas, tergambar riak wajah ayah.
Sedih setiap kali berbuka, ayah.
Teringat kepul-kepul asap rokok ayah.
Rindu dengar suara ayah jadi bilal masa terawih.
Tak banyak yang kami makan ayah.
Mak pun tak sanggup masak macam dulu lagi sebab selalu teringatkan ayah.

Ayah, lama dah abang tak nangis.
Tapi hari ini sayu sangat hati sebab kuat sangat ingat ayah.
Sekalung al-fatihah untuk ayah.

No comments:

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails